Test Drive Mazda2 R A/T



OTOMOTIFNET – Varian teratas dari Mazda2 dengan transmisi otomatik 5 percepatan. Tentunya dengan fitur terlengkap di antara 4 varian hatchback ini. Menggunakan kaki-kaki dan suspensi yang sama dengan tipe manual, tunggangan yang dilego Rp 200 juta (on the road, Jakarta) ini memberikan kenyamanan lebih pada pengemudinya.

FITUR PENAHAN

Apa yang didapat dari sebuah tunggangan bertransmisi matik? Tentu kenyamanan berbeda dibandingkan pengemudi bertransmisi manual. Bagaimanapun perpindahan transmisi sudah berlangsung dengan sendirinya tanpa campur tangan pengemudi terlalu banyak.

Transmisinya masih tak jauh berbeda dibanding mobil lainnya. Susunannya pun masih tergolong standar, P, R, N, D, S dan L. Memang, tak ada fasilitas pemindah ala manual yang bisa dipindahkan oleh pengemudi. Tetapi, masih ada keasyikan tersendiri untuk menekan gas Mazda2 bertransmisi matik ini.

Buat pengemudian santai maupun agresif, sebenarnya masih bisa mengandalkan posisi D dengan memanfaatkan kickdown dengan menekan pedal gas penuh atau pun tiga perempat.

Tetapi ada posisi S yang membatasi percepatan hingga persneling 3. Sehingga pengemudinya bisa memanfaatkan putaran mesin lebih tinggi hingga mendekati redline. Ada lagi fasilitas Hold yang membatasi hingga satu step di bawah.

Misal, ketika pada posisi D dan Hold ditekan maka perpindahan hanya hingga gigi 3, begitupun saat posisi S maka pada gigi 2 yang teratas ketika Hold ditekan. Bagaimana kalau diinjak terus pedal gasnya? Wah, bakal ketemu redline! Seperti transmisi manual yang tidak dipindahkan posisinya.


Kontrol Audio dan MID di lakukan dari batang setir

Transmisi otomatik dengan perpindahan halus

Bagasi cukup luas di kelasnya

Jadi, pengemudinya masih bisa memainkan persneling ini layaknya mobil dengan transmisi matik dengan fasilitas manual shifting bukan?

Perpindahan transmisinya pun boleh dibilang bisa berlangsung halus, tanpa hentakan yang berarti. Begitu pedal gas diinjak halus, maka laju tunggangan pun smooth dan lancar. Ingin cepat? Injak lebih dalam maka akan berlari lebih kencang.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan kala menggunakan kickdownnya. Jika diinjak terlalu dalam maka akan terjadi perpindahan dua step downshift, terkadang kondisi ini malah akan memperlambat akselerasi, karena seperti tertahan sesaat dengan penurunan percepatan terlalu banyak. Seperti saat akan mendahului di tol yang memang sudah laju sebelumnya.

Tekan sekitar tiga perempat saja, maka downshift hanya berlangsung satu step dan akselerasi yang diinginkan pun akan lebih terasa.

Seperti Mazda2 manual, fasilitas lainnya sama. Yaitu dengan kelengkapan folding mirror, maupun ISOFIX pada bangku belakang. Ada hal unik pada laci Mazda2 ini, yaitu penempatan tempat majalah pada lacinya.

Jadi seperti pada lemari, ujung majalah bisa menyembul dari laci, sehingga mudah diraih. Meski, dimensi laci menjadi sempit dan aksesnya sedikit terhalang. Begitupun soal tiada lampu baca, sebuah hal berlawanan dengan tersedianya tempat majalah, bukan?

Hasil test

Akselerasi

0-100 km/jam
12,4 detik
40-80 km/jam
5,5 detik
0-402 m
18,8 detik
Pengereman

100-0 km/jam
38 m
Konsumsi bahan bakar (Liter/Km)

Dalam kota
1/11,4
Konstan 100 km/jam
1/15
Luar kota
1/13,8

Penulis/Foto: Tim Otomotif / Reza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: