First Ride Kawasaki D-Tracker 150, Easy To Ride


OTOMOTIFNET – Hemm… kesan pertama melihat bentuknya di Otobursa Tumplek Blek beberapa waktu yang lalu, Kawasaki D-Tracker 150 terlihat bukan seperti motor serius. Meski desain body-nya sangar, tapi banyak yang menganggap pemilihan diameter rodanya janggal.

Sesuai pakemnya supermoto, D-Tracker 150 menggunakan ban kembangan jenis aspal, diameter depan-belakang sama. Sama-sama menggunakan diameter 14 inci. Depan ukurannya 100/80-14 bersanding pelek 2,15 x 14, sedang belakang 120/80-14, membalut pelek 2,50 x 14 inci.

Namun pemilihan ukuran 14 inci membuat dimensi keseluruhan jadi terlihat kecil. Tak sedikit yang bilang malah mirip motor mainan anak-anak. Coba pakai ukuran 16 inci, pasti lebih proporsional, ya enggak?

“Jangan buru-buru komentar, tapi coba rasakan terlebih dahulu. Roda berdiameter 14 inci memang sengaja dipilih agar lebih easy ride di aspal,” ungkap Freddyanto Basuki, Marketing Manager PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Oke pak! Langsung di coba nih. Bermodal Kawasaki D-Tracker 150 pinjaman dari PT KMI, jalan-jalan di mulai. Kesan pertama saat duduk di joknya posisi duduk tak jauh berbeda dengan KLX-150 yang memang sama persis. Tapi posisi kaki bisa benar-benar menapak sempurna ke aspal, bahkan kaki lebih rileks karena bisa sedikit menekuk.

Posisi stang juga sama lebarnya dengan KLX-150 yang membuat pengendalian selalu dalam kondisi sigap. Enggak sabar lagi menyalakan mesinnya. Putar kontak lalu pencet tombol electric starter! Greeeng… mesin meraung halus layaknya KLX-150. Gasnya enteng, kopling sangat empuk. Proses perpindahan giginya gampang, tak pernah nyangkut atau keras.

Secara spesifikasi mesin memang tak ada yang berbeda dengan KLX-150. Perbedaan yang paling signifikan membedakan karakter KLX-150 dan D-Tracker adalah pemilihan final gearnya. D-Tracker pakai 41/14 sedang KLX 150 yang 44/14. Apa hasilnya? Putaran menengah ke atas sangat cepat! Nafas mesinnya juga tergolong lebih panjang.

Sekarang saatnya membuktikan ucapan Freddy, kita rasakan handlingnya. Didukung sokbreker tipe upside down, ternyata KMI telah merubah sasisnya. Posisi komstir dibuat sedikit lebih tegak, tentunya agar lebih lincah.

Dipakai menikung dan berkelok di jalanan rata sungguh lincah, body motor nurut aja diajak rebah dan ban belakang tetap mencengkram aspal sempurna kendati posisi duduk ada benar-benar di depan. Di jalan berlubang pun suspensi upside down-nya bekerja sempurna. Menghajar lubang hampir tak terasa!

Penulis/Foto:Popo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: