First Drive Tazzari Electric Zero Evo 2012, Mobil Listrik Pertama Dijual Resmi di Indonesia



Euforia mobil listrik sedang menghangatkan industri otomotif nasional. Nah, beruntung bisa pertama kali mencicipi sekaligus mengeksplorasi mini car crossover berdaya listrik yang dinamakan Tazzari Electric Zero Evo ini. 

“Ini sudah full listrik, enggak perlu isi bensin, tinggal colok di stop kontak biasa,” senyum Amrizal Abidin, Marketing Manager showroom mobil CBU RHYS Auto Gallery yang menjadi importir mobil listrik pertama yang dijual secara resmi di kawasan Asia khususnya di Indonesia.

Langsung saja kesempatan untuk mencoba mobil asal Imola, Italia ini tidak disia-siakan. Impresi pertama memperhatikan dimensinya mirip Smart Fortwo. Bodi yang lebar serta bagian atap tinggi ditambah tampilan lampu utama model projector ganda menyiratkan kesan sangar di bonnet.

Masuk ke kabin, mobil berkapasitas dua tempat duduk ini punya visibilitas luas lantaran dimensi kaca depan yang juga lebar. Head room pun terbilang lega akibat efek atap yang tinggi ditambah adanya penyematan panoramic roof.

Begitu duduk, perhatian langsung tertuju pada panel instrumen di tengah dasbor berbentuk lingkaran besar yang menjadi pusat kendali sekaligus rumah head unit.

Untuk menjalankannya, cukup putar kunci kontak, maka panel instrumen berlayar sentuh ini akan menyala menyuguhkan ragam fitur komando mobil. Untuk transmisinya hanya ada maju dan mundur yang bisa dipilih dan ditekan setelah menginjak pedal rem.

Ada empat pilihan mode mengemudi yang menjadi fitur unik. Yaitu mode Race yang menawarkan keunggulan performa, Economy untuk penghematan daya baterai dan mode Standar guna pengendalian harian serta Rain yang akan mengimprovisasi pengendalian mobil ketika jalanan basah.

Fitur-fitur layaknya mobil standar sudah menjadi kelengkapannya. Di antaranya electric mirror, electric power window, central door lock hingga immobilizer. Tazzari ditenagai oleh penggerak motor gerak roda belakang 3-phase asynch. Baterai yang digunakan merupakan Lithium generasi terakhir yang punya sistem tipe Li-ion Fe berdaya 220 volt.  Dimensi baterainya kompak, diletakkan di kolong bodi mobil.

Kecepatan maksimal diklaim mencapai 100 km/jam dengan torsi maksimum 150 Nm. “Kalau isi baterai full bisa sampai jarak 200 km,” jelas Rizal, sapaan Amrizal Abidin.

Ia lantas menyebut dibutuhkan daya minimal 2.200 volt jika pengisian dilakukan di rumah dan jika mengandalkan genset, minimum daya yang diperlukan adalah 3.000 volt. Pada spesifikasi resminya, pengisian daya hingga 100 % membutuhkan waktu hingga 9 jam.

Ketika menjalankannya dalam keadaan baterai penuh, entakan tenaga awal sangat terasa. Torsi maksimal juga dirasakan ketika diajak menanjak pada gedung berlantai tiga. Sayang karena keterbatasan area pengetesan, uji coba di kondisi lalu lintas nyata belum bisa dirasakan.

Di situs resminya, Tazzari dapat dipesan dengan opsi personalisasi mulai warna bodi, warna atap, aksen grafis stripping, warna pelek hingga kombinasi lampu model LED dan daytime running light. Saat ini RHYS menyediakan pilihan warna bodi merah, biru, oranye, putih dan hijau.

Unit yang didatangkan ini merupakan varian menengah dari tiga varian yang ditawarkan Tazzari. “Kami buka harga Rp 550 juta on the road Jakarta,” sebut Rizal termasuk charger set yang bisa langsung dicolok ke stop kontak biasa dengan adaptor 3 kaki.

Berminat?

SIAP MENJADI SOLE DISTRIBUTOR

Tren mobil bertenaga listrik yang diprediksi akan berkembang di masa depan membuat RHYS berkeinginan mendatangkan Tazzari secara berkelanjutan. “Kami melihat perkembangannya di Eropa khususnya di Italia sangat bagus, jadi kami akan coba pasarkan lebih banyak sebagai uji coba pemasaran di Indonesia mewakili wilayah Asia,” jelas Rizal.

Lajang subur ini menyebut jika daya serap pemasarannya di Indonesia cukup bagus, RHYS akan meningkatkan statusnya menjadi sole distributor. Bukan lagi sebagai importir biasa.

Disinggung mengenai aftersales service, diakuinya juga telah disiapkan. “Khususnya baterai lithium juga telah disiapkan, karena ini yang kerap menjadi masalah di mobil listrik,” ujarnya.  (mobil.otomotifnet.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: