Modifikasi Toyota Fortuner VNT 2013 Jinak-jinak Kobra


JIP – Toyota Fortuner putih milik Laurens ini memang tampak biasa. Tak beda jauh dari beberapa Fortuner dress-up yang memang banyak berkeliaran di jalanan Jakarta. Tapi setelah Theodorus Surya Jaya alias Teddy Rev mengajak ikut mencicipi, barulah terasa keistimewaan Fortuner VNT ini.

Beberapa kali menjajal beberapa SUV diesel bertenaga besar (OEM), dan sesekali versi upgrade bertenaga sangar, Fortuner ini terasa sangat berbeda. Akselerasinya relatif halus, mirip karakter pabrikan.

Menurut Teddy, salah satu keistimewaannya, karena ini adalah mobil diesel VNT pertama yang diupgrade tanpa mematikan fungsi VNT/VGT*-nya.

Relatif baru dipasarkan pada tahun lalu, Fortuner VNT menjadi laris manis lantaran tenaga yang diusung juga besar. Salah satunya karena aplikasi teknologi VNT yang memang banyak digunakan SUV diesel commonrail saat ini.

Teknologi ini bukanlah barang baru. Telah lama digunakan produsen untuk meningkatkan efisiensi kerja turbocharger, agar dapat efektif pada rentang rpm yang lebih lebar. Tanpa VNT/VGT, maka turbocharger biasanya hanya efektif pada putaran mesin tinggi (2.000 rpm atau lebih pada diesel),

Perbedaan VNT atau VGT dari turbocharger biasa, karena adanya kisi-kisi khusus pada bagian turbin (yang mengubah panas gas buang menjadi putaran kompresor).

Di sisi lain, karena cara kerjanya yang variabel (dapat berubah) itu, maka mengeset mesin dengan turbocharger VNT/VGT, bukanlah hal mudah. Pengaturan ECU dan variabel lain, harus menyesuaikan ketika VNT bekerja.

Karena kesulitan itu pula, maka mekanik atau tuner, kerap mematikan fungsi VNT demi memudahkan settingan, terutama bila pemilik kendaraan hanya meminta tenaga besar tanpa terlalu peduli dengan karakter tenaga.

Namun, bila dapat memanfaatkan karakter VNT, maka hasilnya akan seperti Fortuner milik Laurens ini. Karakter tenaga yang tetap nyaman dipakai harian, namun menyimpan tonjokan 307 dk (4.000 rpm) dan torsi 640 Nm (3.000 rpm). Oiya, torsi 484 Nm sudah digapai pada 2.000 rpm! Bayangkan sendiri betapa nikmatnya membesut mesin ini.

Mesin

Hampir sama dengan resep yang biasa diterapkan REV Engineering pada mesin seri KD Toyota, Teddy mengganti beberapa bagian penting untuk menyesuaikan dengan tenaga besar yang diincar. Termasuk memodifikasi nosel injektor, memasang intercooler stage 2, dan tentu saja menggunakan duet piggyback Monstermax dari Ecushop, serta Unichip khusus untuk mengatur timing injektor-nya. Tak lupa, semua ditautkan dengan piping apik dari aluminium.

Namun, yang membuat mesin ini istimewa, karena Teddy juga mengganti unit turbochargernya dengan buatan GTurbo Australia. Spesialis turbocharger ini meracik rumah keong yang memiliki shaft (as) lebih besar dari aslinya (5,7 mm vs 5,09 mm) , sehingga lebih stabil dan tahan ketika menghasilkan boost tinggi. Selain itu, fungsi VNT-nya juga dipertahankan! Inilah yang menjadi kunci karakter tenaganya yang tetap halus ala pabrikan, namun jauh lebih kuat. ”Yang sulit ketika tuning VN-nya, mengatur boost yang tepat dan pas. Kalau salah, boost bisa lebih kecil dari bawaan standar,” ungkap Teddy yang butuh waktu seminggu sebelum mendapat setup memuaskan.

Piggyback

Teddy sudah biasa memakai konfigurasi ini, yakni duet Ecushop dan Dastek. Seperti biasanya, Monster Max dari Ecushop bertugas mengatur debit solar dan parameter lain, sedangkan Dastek Unichip khusus untuk mengatur waktu (timing) injektor.

Monstergauge

Tugasnya memantau beberapa parameter penting pada mesin. Selain alat ini, juga dipasang Boostspeed Throttle Control, yang tugasnya mengatur kepekaan pedal gas terhadap reaksi mesin. Maklum, dalam kondisi standar, sistem throttle by wire pada Fortuner membuat reaksinya sedikit kalem, karena mengejar efisiensi bahan bakar.

Turbo timer

Peranti yang penting untuk menjaga umur pakai unit turbocharger. Apalagi karena unit turbochargernya sudah diganti versi aftermarket, yang harganya lumayan mahal. Turbo timer menjaga mesin tetap idle sesaat setelah kunci kontak dimatikan, agar sirkulasi oli pada unit turbo tak langsung drop.

Rem

Tenaga besar dan transmisi otromatis, tentu butuh rem yang lebih kuat. Oleh Teddy, dipasang paket kaliper Stoptech 4 piston dengan rotor besar berdiameter 350 mm. Cukuplah untuk menghentikan laju 600 Nm..hehehe.

Pelek-Ban

Pelek alloy aftermarket 20 inci membuat tampilan lebih gagah, sekaligus pas dengan ban 275/55-R20 yang dirasa perlu untuk mendukung traksi akibat upgrade tenaganya.

Mengilap Nan Tangguh

Meski relatif baru, gress dari showroom, sang pemilik ternyata ingin tampil sedikit beda dengan rona putih yang lebih wah. Kebetulan, ada REV Bodywork, yang berurusan dengan pengecatan, yang satu lokasi dengan REV Engineering. Jadi sekali kerja, tak perlu pindah bengkel.

Menurut Bram, warna putih lebih sulit dirawat ketimbang warna lain. Karena biasanya lebih sering dicuci dan dipoles, catnya pun cenderung cepat botak atau berubah warna. “Karena itu, Fortuner ini direpaint dengan pernis Spieshecker HS yang juga bersifat antigores.”

Dengan begitu, selain catnya lebih mengilap, juga lebih tahan lama meski sering dicuci atau dipoles. Resep juga ampuh menjaga warna kendaraan dari kondisi alam yang cenderung merusak finishing cat.

  • VNT : Variable Nozzle Turbine
  • VGT : Variable Geometry Turbo

Spesifikasi Teknis

Model               : 2013 Toyota Fortuner VNT

Mesin               : 2KD 2.500 cc commonrail diesel

Turbocharger   : Custom GTurbo VNT, bigger turbine and compressor wheel with 5,7 mm shaft

Transmisi         : OEM Matic + ATF cooler

ECU                 : OEM

Piggyback        : Ecushop Monster Max + Dastek Unichip

Suspensi          : OEM

Rem                 : Stoptech 4 piston + rotor 350 mm

Pelek-Ban        : 20 inci – 275/55-R20

Bengkel            : REV Engineering

Jl Arteri Kedoya No 70

Sumber : http://jip.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: